Je suis un Poissons ☮

Highly sensitive - Moody - Dreamer - You won't like me when I'm angry. - I'm mature when I have to be. And immature when I wanna be.

I have my own reason why I couldn’t stop being so afraid of “put a label” on anything, cause the damn thing would just happen if I’m ready. People should be able to say how they really feel. But not like some strangers that put some words in their mouths and look for the signs of trouble.

Well, I am just saying, am not gonna kill myself, anyway.

Have you ever think that the death is easier than the life itself? In death or the day after you’re dead everything will be judged in a fair way yet in this world everybody are cheating with each other. In life you have to compromise, repress your ego, consider another people’s life, etc, etc.. But in death, wuuussh all of that things are gone. 

Lama-lama, orang males romantis karena entar disebut galau. Males peduli takut disebut kepo. Males mendetil takut dibilang rempong. Juga, lama-lama generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat. Males mengubah-ubah point of view dalam debat takut dibilang labil.

Sujiwo Tedjo

Boleh jadi Maba lagi?

Boleh ga sih jadi Maba lagi? Yang kalo pulang masih suka banget nongkrong dulu nikmatin jadi Maba, ketawa lepas, belom mikirin semester berikutnya ujiannya kaya gimana, masih seneng senengnya pake baju bebas, waktunya juga bebas, kenalan sama temen baru, belom pusing pikiran juga, masih sering sms temen baru buat nanya jadwal, masuk ke kelas janjian dulu biar bareng, dll. Lah sekarang mah boro-boro deh. Punya harapan Lulus baik baik dari semester 4 aja udah alhamdulillah, naik semester berikutnya dengan hasil yang cukup juga udah syukur banget walaupun targetnya hasilnya tuh baik semua :)

One of the best feelings in the world is when someone remember something you said.

Whether it was something from yesterday, a week ago, a month ago.. It’s just like, “Wow, you actually listen to me.”

“YOU GUYS AWESOME! I LOVE YOU! I’M PROMISE WILL BE BACK AGAIN WITH MY BROTHERS, BIGBANG!” - GDragon

“YOU GUYS AWESOME! I LOVE YOU! I’M PROMISE WILL BE BACK AGAIN WITH MY BROTHERS, BIGBANG!” - GDragon

If what’s ahead scares you, and what’s behind hurts you, then just look above. God never fails to help you.

Semoga seluruh butiran hujan ini mewakili seluruh keresahanmu. Lalu pagi akan mengeringkan genangannya agar semua hilang tak berjejak. Dan semoga gemerisik air hujan malam ini dapat membisikkanmu semua yang tak pernah terucap olehku.

Y : I don't want to be with you.
Z : Then you made that pretty clear.
Y : No, I want to be with you but I don't want to want to be with you.
Z : So what are you saying?
Y : I'm saying I'm scared.
Z : ...........
Y : You better not hurt me.

Just shut up and come then hug.

Some stories don’t have a clear begining, middle and end. Life is about not knowing, having to change, taking the moment and make the best of it. Without ever knowing what’s going to happen next. Delicious ambiguity. Different cultures makes you think; you always admire what you really don’t understand. Try to love the questions themselves. Don’t worry, I’ll be good. Let me tell you this dear, just shut up and come then hug. I’ll be perfectly better.

When you’re hurt, falsely being judged and have to take so many harsh words for something that did not happen at all. When you have a lot of reasons to hate, angry, even fight back. But you choose to remain calm, say nothing, forgive, and smile, you’ll feel content. Because if you feed your hatred, it will grow as a monster. It will kill you; worse, it will possess you and take over yourself completely. Why bother to find peace somewhere else. Peace is in you, inside and out. You have it, then it will be reflected to your surroundings. I don’t want to reject myself. I want to change me without changing me, by being better everyday and giving the best to others. And if I do the same, as what people do to hurt me, I will become more away from being better. That’s way out of what I wish to accomplish. I was about ready to love again, but when something came up and seemed a bit wrong, my self-defense activated. It made me paranoid and soon everything went worse. The result was just like domino. If only I didn’t deny myself that much. I won’t deny myself anymore. I’ll give my faith to anybody who’s worth it. Soon, I believe I’ll be ready to love again without my knowing. Lesson learned. Thank you. I pray for everybody’s happiness. And okayness.

A relationship is when 2 people walk one a same way. And them just thinking about their. Not just you or me or your egoism or my egoism.

Cinta tak perlu pengorbanan. Saat kamu mulai berasa berkorban, saat itu juga cintamu mulai pudar.

Satu keburukan menghancurkan jutaan kebaikan.

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.

Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.

Korek api punya kepala, tapi ga punya otak, karena itu tiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita punya kepala dan juga otak, jadi kita ga perlu kebakaran jenggot cuma karena gesekan kecil. Dengan menggunakan otak, kita bisa mengurangi stress.

Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung. Waktu terus berputar sepanjang jaman. Siklus kehidupan terus berlanjut.

Jangan merendahkan siapapun dalam hidup.Akan tetapi kita harus menunjukkan penghargaan pada orang lain, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.

Kita mungkin berkuasa tapi waktu lebih berkuasa daripada kita.
Waktu kita sedang jaya, ada di puncak popularitas, kita ngerasa banyak temen di sekeliling kita, kita pede ngelakuin apa saja mau itu salah apa bener. Waktu kita ga berdaya, baru deh kita sadar selama ini siapa sahabat sejati kita, siapa yang bener-bener ada buat kita, siapa temen yang cuma memperalat dan menggunakan kita. Dan waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu penting banget, jauh melebihi harta. Saat kita miskin, kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi, bersedekah dan saling membantu. Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belom dikerjakan. Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tau kalo ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Hidup itu ga lama. Sudah saatnya kita membuat hidup lebih berharga. Saling menghargai, saling bantu dan memberi, saling mendukung. Jadi teman yang setia tanpa syarat.

Apa yang ditabur, itulah yang akan dituai… Cause and Effect.

Pohon. Daun. Angin.

POHON

Alasan mengapa orang-orang memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.

Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA. Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia hanya wanita biasa saja.

Aku menyukainya, sangat menyukainya… menyukai gayanya yang innocent, imutnya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya. Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah “sahabatku” dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku selama 3 tahun ini. Dia tau aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.

Ketika aku mencium pacarku yan kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata “lanjutkan saja” dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak .. dan merah …

Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis,dan aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tau bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejam-an.

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tau bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.

Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingin dia katakan pada ku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.

Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai dirumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa. Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.

SMS itu berbunyi,
“Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.

DAUN

Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun. Kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali. Selama ini membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.

Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, tetapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, Tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik ? diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman.

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tau kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan?

Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telphonenya setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untuk ku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Luka dan Sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.

Ketika diakhir tahun ke3, seorang pria mengejarku, dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan2 yang telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku.

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil dihatiku. Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh, jauh dan ketempat yang lebih baik.

Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal.

“Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.

ANGIN

Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Karena dia sangat bergantung pada pohon. Jadi aku harus menjadi angin yang kuat. Angin akan meniup daun terbang jauh.

Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman-temannya memperhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.

Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. Seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia, aku merasa sangat kehilangan.

Di sudut ruang itu, kulihat pohon sedang memperhatikan daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi. Esoknya, kulihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas kutulis dan kuberikan padanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku. Esoknya dia datang menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu.

Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi. Hal itu karena Daun tidak ingin meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya, kuhampiri dengan kata-kata itu.

Sangat pelan, dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan teleponku. Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku. Tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama 4 bulan, aku telah mengucapkan kata cinta tidak kurang 20x padanya. Hampir tiap kali di amengalihkan pembicaraan. Tapi aku tidak menyerah. Keputusanku bulat. Aku ingin memilikinya.

Aku bertanya apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalasnya? Mengapaka kau selalu membisu? Dia berkata “Aku menengadahkan kepalaku”. “Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. “Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak. Kuletakkan telepon, melompat, berlari seribu langkah ke rumahnya. Dia membuka pintu bagiku. Kupeluk erat-erat tubuhnya.

“Daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal”.